JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Popüler Bahis

aviator

Info Aktual


WAKIL PRESIDEN MEMBUKA RAKERNAS PEMBANGUNAN PERTANIAN 2023

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Rabu (25 Januari 2023), Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2023 yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, yang mengangkat tema “Memperkuat Sektor Pertanian sebagai Pengendali Inflasi Menghadapi Krisis Pangan Dunia” dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Acara berlangsung secara hybrid, diikuti oleh lebih dari 2500 peserta yg terdiri atas seluruh pejabat eselon I, II dan seluruh UPT lingkup Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia, perwakilan dari Kementerian Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Bappenas. 

Wapres mengapresiasi sekaligus mendorong upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mewujudkan pembangunan pertanian tahun 2023 yang mampu melahirkan sektor pangan yang kuat dan adaptif terhadap tantangan yang semakin beragam. Penguatan sektor pertanian diharapkan sekaligus mampu mengendalikan inflasi, utamanya pangan guna menghadapi krisis pangan dunia. 

Wapres juga mengatakan terdapat beberapa tantangan yang membuat penyediaan pangan semakin berat. Seperti belum pulihnya produksi dan distribusi pangan global, perubahan iklim yang ekstrem, hingga tekanan geopolitik dunia. Wapres berharap, Rakernas ini mampu menjadi solusi dari berbagai tantangan itu. Acara ini juga dapat dijadikan momentum menajamkan prioritas dan program kerja pembangunan sektor pertanian. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo menyampaikan kondisi pangan di dalam negeri tengah mengalami tren yang positif. Salah satunya, angka ekspor pangan mengalami peningkatan. Beliau juga meminta jajarannya untuk terus memantau harga dan menjaga tingkat inflasi pangan Indonesia.


 

RAPAT UMUM INTERNAL KERJA BSIP ACEH TAHUN 2023

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Kamis (19/01), Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Aceh menyelenggarakan Rapat Umum Internal Kerja Tahun 2023. Bertempat di Aula BSIP Aceh, Rapat tersebut dipimpin Kepala Balai Ir. M. Ferizal, M.Sc, didampingi oleh Kasubbag TU Fauzie Nasri, S.ST, Sub Koordinator Kerjasama Pelayanan dan Pengkajian Rizki Ardiansyah, SP., M.Si. Rapat tersebut dihadiri oleh ASN fungsional, staf umum dan tenaga outsourcing BSIP Aceh. 

Rangkaian rapat terdiri dari arahan Ka Balai terkait Program dan Kegiatan TA. 2023, tindak lanjut transformasi BPTP ke BSIP, dilanjutkan dengan pembacaan SK Struktur Balai oleh Kasubbag TU, serta ditutup dengan sesi diskusi terkait perkembangan dan kemajuan bersama BSIP Aceh kedepannya. 

Pada awal tahun 2023, BSIP mempunyai tugas untuk percepatan kegiatan (quick win) terdiri dari 5 pokok kegiatan utama yaitu 1) logistik benih terstandar 2) rancangan untuk standar 3) lembaga sertifikasi produk 4) tata kelola UPBS dan 5) penerapan standar. Saat ini, BSIP Aceh berfokus pada poin 4 dan 5. Dalam mendukung quick win tersebut, sumberdaya manusia (SDM) akan diperkuat untuk memenuhi kebutuhan kedepannya, ujar Ferizal. 

Selain itu besar harapannya, agar seluruh ASN dan tenaga outsourcing secara perlahan dapat mensosialisasikan perubahan BPTP menjadi BSIP. Jika selama ini BPTP berfokus pada kegiatan pengkajian, pengembangan dan diseminasi, untuk kedepannya BSIP akan berfokus melakukan kegiatan penerapan standardisasi. Meski metode kegiatan nantinya akan sangat berbeda namun tujuan utama kinerja dari BSIP tetap sama, yaitu memajukan perkembangan pertanian maju mandiri dan modern. (Fw/F) 

KEPALA BBP2TP, BSI PERTANIAN SANGAT STRATEGIS

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Dr. Ir. Fery Fahruddin Munir, M.Sc., melakukan kunjungan ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh pada 12-13 Oktober 2022. Pada kesempatan itu, beliau melakukan pembinaan dan silaturahmi dengan seluruh karyawan-karyawati BPTP Aceh.

Ka BB dalam arahannya menyampaikan panjang lebar proses dan perjalanan menuju terbentuknya badan baru BSI Pertanian (BSIP). “ini adalah kunjungan saya kedua ke Aceh. kunjungan kali ini sangat spesial karena apa, karena ini terakhir saya mengunjungi sebagai kepala BBP2TP” ujarnya.

Dalam masa transisi ini, Fery mengharapkan agar semua karyawan tetap kompak dan solid sembari menunggu proses penyiapan SOTK Kelembagaan baru keluar, sehingga transformasi Badan Litbang ke BSI Pertanian selesai dengan tupoksi yang baru.

Menurut Ka Balai Besar, tugas kita bersama BSIP sangat strategis. “kita diberikan tupoksi yang lebih leluasa untuk berkarya. Seluruh hasil penelitian dan karya kita selama dengan Litbang harus kita standarkan agar dapat dikomersilkan”, sebut Ka BB.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyatakan bahwa tupoksi produksi benih tetap menjadi tugas utama BSIP kedepan karena sesuai dengan arahan Presiden. “Pak Presiden menegaskan bahwa BB Padi tetap melakukan produksi benih, jangan dikurangi”, Ka BB meniru ucapan Presiden

Ia menilai, tugas besar itu harus kita respon dengan menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang memadai termasuk menyiapkan alat dan laboratorium yang berstandar. “kedepan seluruh laboratorium harus ditingkatkan peralatannya termasuk laborannya disamping juga fungsi IP2TP karena akan menjadi tempat standardisasi model” katanya Fery

Dalam Kunjungannya ka BBP2TP didampingi kepala BPTP Aceh Ir. M. Ferizal, M.Sc dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Fauzi Nasri, S.ST, Kepala Sub Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) Rizki Ardiansyah, SP, M.Si serta seluruh karyawan-karyawati (HY).).


 

KOMISI IV DPR RI KUNJUNGI BPTP BALITBANGTAN ACEH  

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Komisi IV DPR RI merupakan satu dari 11 (sebelas) Komisi yang ada di DPR RI yang berdasarkan Keputusan Rapat Paripurna DPR RI mempunyai ruang lingkup tugas di bidang Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan Kelautan. Artinya, Kementerian Pertanian termasuk diantara mitra kerjanya selain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perum Bulog dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).  

Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Aceh, Komisi IV DPR-RI juga mengunjungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh yang merupakan lembaga vertikal di bawah Kementerian Pertanian. 

Pada kesempatan tersebut, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M mewakili pimpinan rombongan beserta seluruh anggota komisi melakukan diskusi dengan Lembaga Teknis dan Dinas terkait terutama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Perum Bulog, PT. Pupuk Indonesia (Persero), ID Food dan perwakilan petani dan Penyuluh Aceh. 

Turut hadir Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Prof. Dr. Ir. Fadjry Jufry, M.Si mewakili Menteri Pertanian didampingi Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Dr. Ir. Fery Fahruddin Munir, M.Sc., IPU. 

Diskusi itu mengambil tema “Upaya Peningkatan Produksi Pertanian dalam rangka Mencapai Ketahanan Pangan di Aceh”. Acara itu digelar di Aula BPTP Aceh pada Kamis (13/10) pagi. 

Mengawali diskusi, Prof Fadjry mengisahkan tentang pembentukan kelembagaan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) yang dilalui oleh tim perancang badan baru untuk mendapatkan pengesahan KemenPAN-RB hingga turunnya peraturan presiden (Perpres) nomor 117 tahun 2022. 

Ka Badan menilai, tugas berat sudah menanti bersama badan baru BSIP dengan tugas dan fungsi (tupoksi) yang jauh lebih luas dan besar. Jika bersama Litbang pada basis kerjanya penelitian, pengkajian dan diseminasi, kini basisnya adalah melakukan standardisasi pertanian. 

Kemudian Ka Badan menyampaikan cakupan tugas BSIP kedepan merupakan merancang, mendesign dan menstandardkan instrumen pertanian dari hulu sampai ke hilir, berupa SDM, benih, pupuk, proses, lahan serta jasa. 

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP menyebutkan beberapa isu penting sektor pertanian di Aceh. Menurutnya, diantaranya adalah inflasi dan kemiskinan. Dua hal ini sangat mempengaruhi ketersediaan pangan di Aceh.

Ia juga mengusulkan beberapa hal kepada pimpinan komisi IV untuk menunjang pembangunan sektor pertanian Aceh, terutama penambahan SDM Penyuluh, sarana BPP dan irigasi. 

Pada kesempatan tersebut Kepala BPTP Aceh melaporkan kondisi terkini lembanganya kepada komisi IV. “Saat ini kami sedang proses transformasi dan akan berganti nama menjadi badan standardisasi, dan tupoksinya akan melakukan kegiatan standardisasi Produk, SDM dan lainnya untuk lingkup pertanian di Aceh.  

“kami mohon dukungan perbaikan sarana kantor dan beberapa laboratorium untuk menunjang kerja lembaga baru nanti, karena memang sejak berdiri pada 1995 hingga saat ini belum ada perbaikan sama sekali”, harap M. Ferizal. 

Menanggapi permintaan Kepala BPTP Aceh, pimpinan rapat Salim Fakhri langsung mengiyakan dan akan mendukung sepenuhnya untuk pembangunan sarana dan prasarana BPTP Aceh kedepan. 

“Pak ka Badan jangan sungkan untuk mengusulkan anggaran guna pembangunan sarana BPTP Aceh ini. Semua catatan dan masukan pada hari ini akan menjadi rekomendasi kunjungan kerja kami” sebut Salim Fakhri yang diiyakan TA. Khalid yang merupakan anggota DPR-RI Dapil Aceh*.).


 

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS KOPI ARABIKA GAYO, BPTP ACEH GELAR BIMBINGAN TEKNIS DI BENER MERIAH

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Bener Meriah - Pentingnya inovasi teknologi Balitbangtan terdiseminasikan kepada petani, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh menyelenggarakan Bimbingan Teknis kepada Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Petani kopi serta staf bidang perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Homestay Mahperlungi yang dilaksanakan pada Selasa (27/9), turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah, dan kegiatan tersebut diikuti oleh total peserta 50 orang yang terdiri Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Petani kopi dari enam kecamatan, kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh serta Fungsional Peneliti dan Penyuluh dari BPTP Aceh.

Pada kegiatan Bimbingan Teknis tersebut, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh Ir. M. Ferizal, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Bimbingan teknis merupakan sebuah teknis pelaksanaan penyebarluasan informasi sistem pertanian sekaligus media penyedia teknologi pertanian yang kedepan diharapkan dapat memicu dan memacu petani dalam hal peningkatan produktifitas kopi arabika Gayo.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini secara resmi di buka oleh Kepala Bidang Perkebunan, Irwansyah Putra, SP, M.Si  yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah dan sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan ini dengan materi Kondisi Perekonomian Komoditas Kopi di Kabupaten Bener Meriah dan dan juga materi tentang Teknologi Peningkatan Produktivitas Kopi yang disampaikan oleh Lamhot Edy Pakpahan, SP.

 

Kegiatan Bimtek dilaksanakan dengan metode pemaparan materi dan diskusi serta kunjungan lapangan di IPPTP Gayo. Peserta Bimbingan Teknis cukup antusias dalam menerima materi yang disampaikan oleh Narasumber dan berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi serta  kunjungan ke lapangan untuk melihat lebih dekat kebun IPPTP Gayo yang disampaikan oleh Ishar, SP, Penanggung Jawab IPPTP Gayo dan juga Penyuluh Pertanian BPTP Aceh. Pada kesempatan tersebut peserta Bimtek díperkenalkan pada lahan Kebun Induk yang merupakan sumber benih kopi arabika Gayo 1 dan Gayo 2 beserta penjelasan tentang teknik produksi bibit kopi arabika yang baik, bermutu dan bersertifikat. Selain itu, dijelaskan juga tentang beberapa alternatif teknologi spesifik lokasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi (NB).


 

wso shell Indoxploit shell fopo decode kaliteli hacklink adresi hacklink al hacklink panel hacklink satış garantili hacklink  paykasa Google