JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual


BPTP Aceh dipercaya melaksanakan Kajian Pengembangan Bibit Pala Pola Sambung Pucuk

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

 

BPTP Aceh (18/9/2018). Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh bekerja sama dengan BPTP Balitbangtan Aceh  melaksanakan satu kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha perbenihan, penyediaan bibit dan sarana produksi dengan judul Kajian Pengembangan Bibit Pala Pola Sambung Pucuk. Kegiatan ini dibiayai oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh melalui DPA-SKPA tahun 2018.

Azanuddin, SP, MP  yang selaku Kabid. Perbenihan, Produksi dan Perlindungan Perkebunan  Distanbun Aceh, memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menilai kelayakan pengembangan Bibit Pala dengan metode Sambung Pucuk. Kajian meliputi kelayakan metode sambung pucuk, ketahanan terhadap serangan hama/penyakit dan  analisis ekonomi serta hal-hal lain dalam pengembangan Pala di Aceh. Beliau juga menyatakan bahwa kerjasama ini bersifat kontraktual namun sangat diharapkan melalui kegiatan ini juga  merupakan transfer  pengetahuan dan kemampuan dalam bidang riset sehingga terjadi peningkatan  pengetahuan dan kemampuan bagi kedua pihak. 

Ir. M. Ferizal, M.Sc, Kepala BPTP Balitbangran Aceh menyambut baik rencana kajian tentang pembibitan pala tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi tugas kami sebagai lembaga riset di daerah namun karena keterbatasan biaya dan banyaknya komoditas maka tidak mungkin melakukan untuk semua komoditi.  Diharapkan output dari kegiatan adalah diketahuinya kelayakan teknis, ekonomis dan sosial terhadap Pengembangan Bibit Pala Pola dengan metode Sambung Pucuk yang sudah mulai diterapkan oleh masyarakat tani pala, namun belum ada kajian ilmiahnya.  Kita harus yakin benar bahwa apa yang akan kita rekomendasikan mempunyai nilai tambah, tentunya dengan asumsi-asumsi tertentu. Dari sisi tim pelaksana harus terdiri dari kolaborasi antara Distanbun dan BPTP Aceh, karena penyebaran inovasi pertanian baik fisik maupun non-fisik juga merupakan tujuan utama kita. Kepada tim dari BPTP Aceh saya berharap segera dibuat  proposal lengkap kegiatan ini yang mencakup aspek legalitas teknis dan metode yang digunakan dan kaji ulang anggaran sehingga menghasilkan output yang maksimal. (R/RJ/F)


 

83 Anak Usia Dini Belajar Pembibitan Kopi di KP Gayo

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

KP. GAYO (Selasa18/9/18). Sebanyak 83 anak-anak TK. IT ASY SYIFA Bener Meriah dan 15 guru pendamping  belajar sambil bermain tentang pembibitan Kopi Arabika di KP. Gayo.

Asnawati.S.Pd.I  kepala TK. IT ASY SYIFA Bener Meriah,  menyatakan kegiatan ini untuk mengembangkan potensi anak-anak, tidak hanya kognitif namun juga psikomotoriknya, memberikan pengalaman yang mengesankan tentang ilmu alam , khususnya komoditas unggulan daerah kali ini tanaman Kopi. Bermain sambil belajar  bukan hanya menjadi program rekreasi, tapi bisa menjadi upaya menumbuhkan rasa cinta  terhadap ilmu pertanian.

Pengenalan dunia pertanian memang bukan hanya untuk anak-anak  di Sekolah namun  bisa di dapat di lapangan, pengenalan edukasi pertanian memang harus diterapkan sejak dini pada anak-anak, supaya memunculkan kecintaan terhadap lingkungan dan sektor pertanian.

Generasi tunas bangsa sebagai penerus pembangunan pertanian, kita tanamkan perilaku positif sejak usia dini  agar tumbuh pola pikir yang mengandung nilai nilai kebaikan, kebenaran dan kearifan dalam bersikap.

Anak-anak  riang gembira melakukan pengisian  media tanah  dan tanam bibit dalam polibag dengan baik dan benar dan memperhatikan apa yang dijelaskan oleh penyuluh dan teknisi Lapangan di KP. Gayo 

Antusiasme anak-anak yang mengikuti kegiatan praktik pengisian tanah dalam polibag dan penanaman bibit kopi di lahan KP. Gayo menjadikan proses pengenalan kearifan lokal komoditas Kopi Arabika di dataran tinggi Gayo perlu dipelihara dan dilestarikan sepanjang masa dari sejak usia dini.(Ishar/R/F)


 

Mahasiswa Joint Summer Program Biodiversity Indonesian Coffee Story Kunjungi Kebun Percobaan Gayo

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Bener Meriah (13/9/2018). Kebun Percobaan (KP) Gayo dikunjungi 46 Mahasiswa nasional dan manca negara dalam rangkaian kegiatan Joint Summer Program Biodiversity Indonesian Coffee Story. Program kerjasama internasional Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara  (UMSU)  Fakultas Pertanian Medan dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.   Mahasiswa berasal dari  7 negara (Malaysia, Vietnam, Kamboja, Swedia, Chili, Laos dan Thailand) sebanyak 26 mahasiswa, masing-masing 10 mahasiswa UMSU dan UII Yogyakarta serta dosen pendamping.

Dekan Fakultas Pertanian UMSU  Ir. Asritanarni Munar, MP, menyampaikan kunjungan kami bertujuan untuk menimba pengetahuan praktis  budidaya kopi yang sesuai dengan Good Agricultural Practice (GAP)  Kopi Arabica mulai dari perbenihan, pengelolaan  kebun, prosesing hasil dan marketingnya. Disamping itu juga menggali pengalaman petani kopi yang selama ini dilakukan baik dari segi budidaya, prosesing dan membuat minuman siap saji. Petani Kopi Gayo yang terkenal memiliki cultura yang ramah dan bersahabat serta memperkenalkan  kopi Indonesia khususnya Kopi Arabika Gayo ke manca negara.

Kami sangat berterima kasih atas sambutannya di KP Gayo, kita akan upayakan Mou dengan BPTP Aceh dalam penelitian  kopi untuk memberikan edukasi kemitraan global pertanian berkelanjutan. Kegiatan akademik kunjungan lapangan juga bertujuan meningkatkan kualitas civitas akademika pertanian dan interaksi dengan petani, pebisnis, eksportir dan pemilik coffea shop serta mendukung keanekaragaman hayati kopi.

Jeff Yap Jia Fu  mahasiswa asal University Utara Malaysia, sangat bangga dengan petani Gayo yang ramah dan sangat bersahabat. Diketahui juga lebih dari 90% petani memiliki kebun kopi juga memiliki prosesing sederhananya sehingga pemasaran bisa langsung ke koperasi yang pada akhirnya di ekspor. Kopi Gayo mempunyai  cita rasa yang sangat baik disebabkan antara lain faktor elevasi yang cocok, kondisi lingkungan mikro yang spesifik, memiliki budidaya secara organik dan ramah lingkungan, sehingga untuk itu Kopi Arabika Gayo telah mendunia. Hal ini perlu dipertahankan kesinambungannya dengan regenerasi dan transfer teknologi ke petani muda (Milennial) Kopi Gayo, sehingga apa yang saya rasakan hari ini dapat pula dinikmati oleh teman-teman dimasa yang akan datang. Akhirnya semoga pengalaman ini bisa diterapkan di negara saya" imbuhnya. 

Ir. Khalid Kepala KP. Gayo dan beberapa teknisi telah menjelaskan secara ringkas   tentang budidaya kopi secara berkelanjutan  mulai dari pembibitan (Nursery) sampai pasca panen serta mengenalkan varietas Gayo 1 dan Gayo 2 yang sudah di lepas Kementerian Pertanian di lahan KP. Gayo, Akhirnya ucapan terima kasih yang telah dipercaya sebagai tujuan  kunjungan lapangan oleh  mahasiswa Indonesia dan luar negeri melalui kegiatan Joint Summer Program Biodiversity Indonesian Coffee Story. (Ishar/R/F).

BPTP Aceh Adakan Rapat Internal Perkembangan Kegiatan UPSUS dengan Liaison Official (LO)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Perkembangan UPSUS Pajale Provinsi Aceh saat ini memasuki Injury Time pada MT Gadu tahun 2018, maka BPTP Aceh kembali mengadakan Rapat internal Liasion Official (LO) yang dilaksanakan pada : Senin, (17/9/018), di Aula BPTP Aceh. Agenda: Dinamika Kebijakan Upsus Pajale Aceh, Pembagian Tugas Penanggung Jawab (LO) Kab/Kota dan Fokus Kerja Tim Upsus Pajale Aceh bulan September.

Rapat internal kegiatan upsus BPTP Aceh 2018 dipimpin oleh kepala BPTP Aceh diikuti Pejabat eselon IV, Koord. Program, seluruh penyuluh dan peneliti selaku LO kabupaten/kota.

Pengarahan diawali dengan fokus kerja dalam upaya mengatasi kendala di lapang pada program UPSUS terutama data capaian LTT Pajale yang belum memenuhi target  dan strategi baru dalam pemanfaatan sistem tumpangsari tanaman.

Permasalahan UPSUS di lapangan antara lain keterbatasan ketersediaan air irigasi dan kemarau yang relatif panjang pada tahun ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penerapan sistem tumpangsari tanaman padi gogo, jagung dan kedelai, baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Kepala Balai menyampaikan LTT padi di beberapa wilayah kabupaten pada bulan September 2018 ini mulai menurun disebabkan masih tingginya standing crop dan hampir terpenuhi penanaman di lahan-lahan sawah beririgasi.  Fokus kegiatan saat ini adalah penanaman padi gogo di lahan sawah tadah hujan dan lahan kering untuk menambah LTT padi di MT Gadu. 

Dalam rangka antisipasi implementasi penanaman tumpang sari antara padi gogo, jagung, dan kedelai yang akan dilakukan oleh petani, diharapkan para penyuluh dan peneliti untuk dapat menyiapkan petunjuk teknis (juknis) yang akan digunakan sebagai bahan acuan dalam pendampingan di lapangan (PPL dan petani). Juknis tersebut dapat dimodifikasi berdasarkan kesesuaian dengan kondisi spesifik lokasi.(Rizki/F)

Panen dan Temu Lapang  Kaji Terap peningkatan Kapasitas Penyuluhan dan Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian UPSUS Pajale

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pidie Jaya (10/10/2018). Bupati Pidie Jaya, Kadistan Kab. Pidie Jaya, Camat Kecamatan Trienggadeng dan Jajarannya hadir dalam Acara Panen dan Temu Lapang Kegiatan Kaji Terap Peningkatan Kapasitas Penyuluhan dan Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian pada Upaya Khusus Pajale dengan fokus intoduksi VUB padi Gogo di desa Deah Ujung Baruh, Kecamatan Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya. 

Pada kegiatan ini, BPTP Aceh mengintroduksi VUB padi gogo, antara lain Inpago 8, Inpago 10, Unsoed 1 dan Tuwoti yang dipadukan dengan sistem tanam 2:1, dan pemupukan berimbang. Kelompok tani yang terlibat adalah Blang Tunong, yang diketuai oleh Sopyan.

Dr. Rachman Jaya, mewakili Kepala BPTP Aceh menyatakan arah kebijakan Kementan dalam upaya swasembada pangan mulai mengalihkan perhatian dari sawah irigasi yang sudah mapan ke lahan kering, tadah hujan, rawa serta lahan sub optimal lainnya. Inovasi Balitbangtan VUB padi gogo awalnya dicirikan dengan umur tanaman 6 bulan sekarang sudah menjadi antara 3-4 bulan dengan provitas 6-8 ton. Salut dan sukses bagi kelompok  tani Blang Tunong dari  kegiatan kaji terap ini seluas 5  ha, kemudian petani sekitar menanam 20 ha dengan menggunakan varietas lain. Beliau berharap pemerintah kabupaten untuk membantu pengembangan padi gogo ke depan serta menyatakan kaji terap merupakan wahana belajar bagi para penyuluh.

Kepala Dinas Pertanian  dan pangan Kabupaten Pidie Jaya, drh. Muzakir, MM menyampaikan bahwa pihaknya sangat bangga dengan kerja keras para petani dalam melaksanakan Kaji Terap. Ia juga menyatakan bahwa di Pidie Jaya terdapat lahan sawah seluas 8.875 ha dan lahan tadah hujan 700 ha,  dimana  yang paling luas terdapat di kec. Trienggadeng.

Kaji terap  inovasi pada lahan kering dan tadah hujan ini telah membuktikan bahwa di daerah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.  Hal ini terbukti dengan hasil ubinan yang dilakukan oleh Mantri Tani Kec. Tringgadeng, Firdaus, yang menyampaikan hasil ubinan antara lain: Unsoed-1: 6.9 ton/ha, Tuwoti: 5.8 ton/ha, Inpago 8: 6.7 ton/ha dan Inpago 11: 7.1 ton/ha. Dari hasil diskusi terungkap preferensi petani terhadap bentuk gabah VUB padi gogo sangat disukai oleh masyarakat termasuk pengusaha penggilingan, kecuali Inpago 11 karena bentuk bulir yang agak pendek.

Selanjutnya Kadistan berharap bila lahan sawah tadah hujan ditanam seluas 300 ha saja pada musim  gadu kemudian bisa nenghasilkan gabah 5 ton saja, maka dapat menghasilkan 7,5 milyar serta sektor pertanian menyumbang 49% PDRB Kabupaten Pidie Jaya.

Bupati Pidie Jaya, H. Ayub Abbas, menegaskan, kita sudah melihat hasil dari kegiatan ini. Di lahan ini, sudah berpuluh tahun tidak pernah ditanami padi pada musim gadu, kalau kita mau dan berani mencoba dengan menerapkan inovasi, InshaAllah akan berhasil. Beliau mengingatkan jangan  lupa bayar Zakat sebagai tanda syukur. Selanjutnya beliau mengintruksikan agar dikembangkan terus inovasi ini dan upayakan bantuan untuk pengolahan tanah  dan benih padi gogo pada musim gadu tahun 2019 nanti. Bahkan dapat dikembangkan pada lahan kebun  seluas 200-700 ha, bila perlu tumpangsarikan dengan tanaman lain. 

Untuk itu peran BPTP Aceh sebagai lembaga penghasil inovasi teknologi pertanian diharapkan dapat membantu penyediaan benih melalui penangkar-penangkar lokal dan introduksi sistem pertanian larikan jarwo super (largo super). Dilain pihak optimalisasikan lahan kering dan tadah hujan yang pada gilirannya akan meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi, jagung, kedelai dan komoditas strategis kementan lainnya. (RJ/R/F)  

 

Berita Terkait lainnya :

Pijay Berhasil KajiTerap Padi Gogo