JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kearifaan Lokal Penggembalaan Sapi Aceh di Blang Awe

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
fShare
0

Padang penggembalaanBlang Awe merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Selain masyarakatnya rata-rata hidup dari bertani sawah, mereka juga memelihara sapi dalam jumlah banyak. Uniknya, desa ini memiliki aturan tersendiri dalam sistem pemelliharaan sapi. Desa Blang Awe memiliki kawasan kandang yang ditata sedemikian rupa di satu lokasi yang agak terpisah dari rumah penduduk atau kampung. Kandang-kandang tersebut sepintas tampak seperti pemukiman khusus bagi ternak, dan tata cara penggembalaan ternaknya diatur oleh perangkat gampong melalui musyawarah.

Penggembalaan ternak secara bergilir diatur dalam peraturan Gampong yang  harus ditaati oleh pemilik ternak.  Aturan tersebut dikoordinir langsung oleh Keujruen Blang setempat. Keujruen Blang adalah petugas yang ditunjuk oleh masyarakat untuk mengatur sistem usahatani termasuk pengaturan air irigasi dalam sebuah desa atau gampong. Keujruen Blang juga mengatur jadwal penggembalaan ternak melalui rapat gampong ataupun pada pelaksanaan kenduri awal turun sawah.  Biasanya, jika terjadi sengketa atau permasalahan yang timbul, diselesaikan dalam rapat khusus oleh Keujruen Blang bersama Kepala Desa dan tokoh masyarakat.

Kandang sapiMenurut Zulkifi salah seorang warga masyarakat Blang Awe yang akrab disapa dengan Pawang Don, setiap warga desa yang memiliki ternak wajib mengikuti jadwal bergilir tentang penjagaan ternak yang dilakukan oleh tiga orang warga dari jam 08.00 sampai 17.00. Mereka harus bertanggung jawab mulai mengeluarkan ternak dari kandang sampai dengan memasukkan kembali ternak ke dalam kandang. Ketika sapi-sapi sudah kembali ke kandang, para pemilik sapi masing-masing datang menyiapkan pakan berupa rumput-rumputan.

Frekwensi giliran jaga sapi sangat bergantung jumlah kepemilikan ternak. Semakin banyak ternak yang dimiliki, maka jadwal jaga sapi juga bertambah. Jika warga mempunyai 1 ekor sapi dewasa maka wajib mengikuti sekali siklus jaga, jika  2 ekor sapi maka dua kali siklus jaga dan begitu seterusnya. Saat sehabis musim panen padi (Aceh : luah blang), penggembalaan sapi dapat dilakukan pada kawasan sawah yang sudah panen, tetapi penjagaan tetap dilakukan terhadap lahan sawah atau kebun yang ditanami dengan tanaman hortikultura seperti semangka, timun, cabe merah ataupun sayur-sayuran lainnya.

Peternak mengangkut pakanJika sapi melakukan pengrusakan terhadap areal yang ditanami maka  petugas piket penggembalaan harus bertanggungjawab untuk mengganti kerugian yang dialami oleh pemilik tanaman.  “Syaratnya areal penanaman tersebut harus dipagar sehingga tidak dimasuki ternak,” jelas Pawang Don.

Kearifan lokal yang berlaku di Blang Awe mengandung nilai positip. Selain ternak tidak bebas berkeliaran, juga kotorannya mudah dikumpulkan sebagai pupuk organik. M.Yusuf Ali, seorang teknisi BPTP Aceh  berharap model penggembalaan Blang Awe dapat diterapkan di desa lain. Seandainya semua gampong di Provinsi Aceh menerapkan seperti di Blang Awe, mungkin julukan “kandang sapi terpanjang di dunia tidak berlaku lagi. Nur/ Bas