JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengembangan Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor-Wilayah Perbatasan (LPBE-WP) di Provinsi Aceh

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
fShare
0

Agenda pembangunan dalam Nawa Cita yang termaktub dalam dokumen RPJMN 2015-2019 menegaskan tentang pentingnya kebijakan, program dan kegiatan yang nyata dan terukur untuk percepatan pembangunan Indonesia.  Nawa Cita mengamanahkan pembangunan dari wilayah pinggir (border) dengan memperkuat pembangunan di wilayah tersebut serta untuk meningkatkan daya saing, dalam hal ini adalah produk-produk pertanian. Teknis percepatan pembangunan pertanian di wilayah perbatasan hanya dapat dilakukan dengan memperkuat kerjasama (sinergi) antar stakeholder dan shareholder serta berkelanjutan.

Pada konteks kewilayahan, Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki perbatasan langsung (laut) dengan beberapa Negara, sehingga menjadi salah satu beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini difokuskan kepada Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Kawasan ini dipilih karena secara ketahanan pangan (food-security) masih sangat rentan akibat kurangnya sarana dan prasarana. Dengan produktivitas eksisting padi yang hanya 3 ton/ha, maka wilayah ini minus 500 ton/tahun beras dan harus didatangkan dari Banda Aceh. Fakta inilah yang menjadi tantangan untuk setidaknya dalam 1 tahun kedepan dapat terpenuhi (mandiri) dengan melakukan introduksi VUB padi potensi hasil tinggi dan relative tahan kekeringan (ampibi).

 

SELENGKAPNYA KLIK DOWNLOAD


 

wso shell Indoxploit shell fopo decode kaliteli hacklink adresi hacklink al hacklink panel hacklink satış garantili hacklink  paykasa Google