JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Calon ASN BPTP Aceh Presentasikan Rencana Aktualisasi Diklat Prajabatan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Untuk memberikan kepastian terhadap keberlanjutan suatu institusi, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara telah menetapkan tambahan calon ASN untuk BPTP Aceh, yaitu saudara Asis, SP, MP dengan penetapan sebagai calon peneliti. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah ASN yang ada di BPTP Aceh, terus berkurang yang disebabkan oleh purnabakti dan mutasi alih tugas ke instansi lain. Pada tahun 2018, BPTP Aceh mendapatkan 1 tambahan ASN baru. Dalam pencapaian sebagai ASN, yang bersangkutan harus mengikuti pelatihan dasar sebagai calon ASN lingkup Kementerian Pertanian, yang dilaksanakan di kampus Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Kementerian Pertanian (PPMKP) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya (Tupoksi), BPTP Aceh melaksanakan kegiatan pengkajian spesifik lokasi dan diseminasi untuk penderasan adopsi inovasi teknologi pertanian oleh para pengguna. Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai calon ASN yang mengabdi di BPTP Aceh, sangat tepat saudara Asis untuk membuat perencanaan aktualisasi yang merupakan salah satu syarat dalam penyelesaian pada pendidikan dasar sebagai ASN. Rencana aktualisasi tersebut adalah optimalisasi sistem diseminasi inovasi teknologi di Provinsi Aceh. Dalam menyusun rencana aktualisasi didampingi oleh Binda Kharismarina W, SH Penguji dan Coach Parsiyo, S.IP, MM widayaiswara senior dari PPMKP-Ciawi, Mentor Dr. Rachman Jaya, BPTP Aceh.

Untuk mendapatkan masukan konkret, saudara Asis, SP, MP menyampaikan rencana aktualisasi dihadapan di tim penguji dan mentor serta coach di aula ruang Mega Kampus PPMKP-Ciawi. Dalam diskusi terungkap bahwa urgensi kegiatan optimalisasi sistem diseminasi inovasi teknologi pertanian oleh BPTP Aceh, di Provinsi masih terdapat beberapa kelemahan, diantaranya adalah penguasaan materi teknis dan media diseminasi oleh tenaga peneliti dan penyuluh, baik di BPTP Aceh maupun penyuluh daerah. Untuk itulah fokus aktualisasi diarahkan ke kegiatan ini. 

Dalam diskusi juga terungkap bahwa, sebagai calon peneliti yang bersangkutan juga dituntut untuk mampu merencanakan, melaksanakan, menganalisis dan mengimplementasikan inovasi teknologi yang sesuai dengan kewilayahan dan sosial kemasyarakatan di Provinsi Aceh. Berkaitan dengan hal ini, disarankan juga bahwa aktualisasi diseminasi yang diambil sebagai case-study harus dapat diukur secara kuantitatif yang tentunya dengan metode penelitian yang sahih. Selain fokus kepada teknis pengkajian dan diseminasi, yang bersangkutan juga harus mampu mengaktualisasikan hal yang berkaitan dengan kejujuran, termasuk juga penggunaan anggaran yang akuntablitas, sehingga menghindari dari kerugian negara. Kegiatan aktualisasi dilaksanakan dalam 80 hari kerja, kemudian dilaporkan untuk disampaikan/dipresentasikan sebagai salah satu syarat kelulusan dalam pendidikan dasar sebagai ASN, lingkup Kementerian Pertanian. 

Hasil diskusi dengan pembimbing dan coach, yang bersangkutan telah menunjukkan sikap, perilaku, disiplin, motivasi yang tinggi serta analisis terhadap setiap materi yang disampaikan oleh narasumber untuk dapat melaksanakan dan melaporkan/mempresentasikan kegiatan aktualisasi serta selama mengikuti pendidikan dasar sebagai calon ASN lingkup Kementerian Pertanian di kampus PPMKP-Ciawi (RJ/AS/F).