JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Aceh Raih 2 Penghargaan pada Kongres SDG VII-2018 di BB Biogen - Bogor

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
fShare
0

Kongres Sumber Daya Genetik (SDG) VII di BB Biogen - Bogor (14/08/2018), Kongres ini dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun sekali ditujukan untuk penguatan jejaring kerja pengelolaan SDG di Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan arahan dan apresiasi kepada para pegiat SDG, bahwa pengelolaan SDG merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan plasma nutfah yang dimiliki Indonesia, hingga dapat mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk itu, Mentan sangat mengharapkan agar 12.000 plasma nutfah yang miliki di BB-Biogen dan 32.000 plasma nutfah yang tersebar di seluruh Indonesia dijaga kelestariannya. Pegiat SDG adalah pejuang reformasi untuk menghasilkan varietas tanaman dan ternak yang memiliki berbagai keunggulan atau memiliki ketahanan terhadap cekaman biotik atau abiotik. Pengembangan berbagai varietas tanaman atau ternak tersebut diharapkan akan merubah Indonesia menjadi negara pengekspor.
 
Kongres SDG merupakan wadah pertemuan bagi pegiat SDG, petani, perguruan tinggi, lembaga penelitian nasional, dan Komisi Daerah SDG (Komda SDG) untuk saling berbagi informasi terkait pengelolaan SDG di masing-masing daerahnya. Kegiatan ini juga merupakan upaya penyadaran publik tentang pentingnya pelestarian dan pemanfaatan SDG.
 
Sesuai dengan surat penetapan Ketua Komnas SDG, Dr. Muhammad Syakir nomor : 37/Komnas SDG/VIII/2018 tentang Penganugerahan Pelestari Sumber Daya Genetik Pertanian (SDGP) diberikan kepada Bapak Wiknyo dari Provinsi Aceh dan Daniel Tambalea dari Provinsi Sulawesi Utara.
 
Bapak Wiknyo (64 thn), D3 Pertanian, Penyuluh swadaya, desa Paya Tumpi Kec. Kebayakan Kab. Aceh Tengah mendapat penganugerahan petani pelestari SDG atas jasanya yang telah mengkoleksi dan melestarikan 156 varietas/aksesi dari 7 komoditas. Selanjutnya Aceh mendapat penghargaan sebagai juara 2 pada Banana Genetic-Deversity Fair untuk komoditas Pisang Ambon Gayo. Karakteristiknya antara lain ; Umur panen 23 bulan; Tinggi tanaman 4-5 m; Diameter 75-90 cm; Panjang tangkai daun 3.5-4.5 m; Lebar daun 68-74 cm; Jumlah sisir/tandan 10-12; Jumlah buah / sisir 18-22; Berat /buah rata2 200g; Rasa manis sedikit asam, aroma harum lembut.
 
Penjab SDG Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, Mehran Sarmadi, SP, M.Si sedang melakukan karakterisasi lebih rinci untuk pendaftaran SDG ini ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Sehingga nantinya memiliki hak kepemilikan yang telah diakui secara undang-undang. (R/RJ/H/F).