JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peneliti & Penyuluh BPTP Aceh Antusias Mengikuti Pelatihan Analisis Data dan Penulisan Karya Ilmiah

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
fShare
1

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Balitbangtan) Aceh kembali mendapat bimbingan melalui kegiatan Mentoring II Balitbangtan.  Kegiatan Mentoring tersebut digelar pada tanggal 6 -7 Sept 2018, di Aula BPTP Aceh yang diikuti seluruh pejabat fungsional peneliti, penyuluh dan teknisi. Dr. Rachman Jaya mewakili kepala BPTP Aceh  dalam sambutannya menyebutkan keragaan SDM Jabatan Fungsional (JF), dan kebutuhan JF dimasa yang akan datang. Ia berharap Balitbangtan meninjau kembali formasi dan kuota JF terutama untuk fungsional peneliti mengingat luasnya wilayah kerja BPTP Aceh.   Kegiatan ini  diisi dengan pemantapan metode analisis data dan penulisan karya ilmiah untuk meningkatkan kapasitas para peneliti, penyuluh dan teknisi BPTP Aceh dalam mengembangkan sektor pertanian diera revolusi 4.0.

Dalam arahannya Ir. Wisnu Broto, MS selaku wakil ketua kelompok kerja (pokja) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menyampaikan bahwa saat ini dibutuhkan antisipasi dinamika sistem manajemen peneliti termasuk beberapa peraturan baru untuk JF peneliti  dan  penyuluh. Hal yang sama juga dalam peta kebutuhan tenaga fungsional peneliti, penyuluh dan teknisi di BPTP Aceh. "Kebutuhan tenaga fungsional dapat berdasarkan luas wilayah dan komoditas unggulan daerah" Kata Wisnu dalam sambutannya. Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa diperlukan juga sistem perencanaan penelitian/pengkajian yang baik, dalam pengertian kesesuaian dengan isu-isu terkini kebijakan Kementerian pertanian.

Wisnu Broto yang pernah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pasca Panen,  juga menyebutkan pentingnya peneliti untuk masuk ke dalam organisasi bidang keilmuan dan juga profesi, misalnya Himpunan Peneliti Indonesia (Hipelindo) dan organisasi profesi seperti Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi).

Sementara Ir. Agus Muharam, MS yang bertindak selaku mentor pada kegiatan tersebut memaparkan beberapa materi terutama terkait upaya peneliti memanfaatkan data penelitian untuk penulisan karya ilmiah guna dipublikasikan pada Jurnal dan Prosiding baik nasional maupun internasional. Diantara materi tersebut adalah teknik analisis data menggunakan aplikasi software SPSS, teknik penulisan KTI dan cara menginterpretasikan hasil analisis data penelitian.  Ditegaskan bahwa penggunaan model analisis data (software) harus  disesuaikan dengan cara perolehan, jenis dan tipe data, apabila tidak sesuai maka hasilnya menjadi tidak akurat.

Pada kesempatan yang sama Pembina Penyuluh se BBP2TP, Ir. Sad Utomo Pribadi mengungkap bahwa penyuluh harus mengetahui dinamika perkembangan peraturan terkait tugas dan fungsi penyuluh. Selanjutnya Ia menyampaikan strategi meraih kredit point bagi fungsional penyuluh. "sebenarnya banyak sumber yang dapat dilakukan pejabat penyuluh pertanian untuk dijadikan  sebagai angka kredit, mulai dari perencanaan pengkajian paket teknologi, menganalisis data hasil dan merumuskan hasil paket teknologi. Disampaikan juga beberapa contoh mendapatkan angka kredit dari kegiatan temu lapang, temu teknis, temu karya dan temu tugas dan lainnya". Ternyata dari kegiatan tersebut banyak para penyuluh melupakan/mengabaikan unsur-unsur (tahapan kegiatan) yang dapat dinilai angka kreditnya. (Husaini/F)