JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mahasiswa Joint Summer Program Biodiversity Indonesian Coffee Story Kunjungi Kebun Percobaan Gayo

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
fShare
0

Bener Meriah (13/9/2018). Kebun Percobaan (KP) Gayo dikunjungi 46 Mahasiswa nasional dan manca negara dalam rangkaian kegiatan Joint Summer Program Biodiversity Indonesian Coffee Story. Program kerjasama internasional Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara  (UMSU)  Fakultas Pertanian Medan dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.   Mahasiswa berasal dari  7 negara (Malaysia, Vietnam, Kamboja, Swedia, Chili, Laos dan Thailand) sebanyak 26 mahasiswa, masing-masing 10 mahasiswa UMSU dan UII Yogyakarta serta dosen pendamping.

Dekan Fakultas Pertanian UMSU  Ir. Asritanarni Munar, MP, menyampaikan kunjungan kami bertujuan untuk menimba pengetahuan praktis  budidaya kopi yang sesuai dengan Good Agricultural Practice (GAP)  Kopi Arabica mulai dari perbenihan, pengelolaan  kebun, prosesing hasil dan marketingnya. Disamping itu juga menggali pengalaman petani kopi yang selama ini dilakukan baik dari segi budidaya, prosesing dan membuat minuman siap saji. Petani Kopi Gayo yang terkenal memiliki cultura yang ramah dan bersahabat serta memperkenalkan  kopi Indonesia khususnya Kopi Arabika Gayo ke manca negara.

Kami sangat berterima kasih atas sambutannya di KP Gayo, kita akan upayakan Mou dengan BPTP Aceh dalam penelitian  kopi untuk memberikan edukasi kemitraan global pertanian berkelanjutan. Kegiatan akademik kunjungan lapangan juga bertujuan meningkatkan kualitas civitas akademika pertanian dan interaksi dengan petani, pebisnis, eksportir dan pemilik coffea shop serta mendukung keanekaragaman hayati kopi.

Jeff Yap Jia Fu  mahasiswa asal University Utara Malaysia, sangat bangga dengan petani Gayo yang ramah dan sangat bersahabat. Diketahui juga lebih dari 90% petani memiliki kebun kopi juga memiliki prosesing sederhananya sehingga pemasaran bisa langsung ke koperasi yang pada akhirnya di ekspor. Kopi Gayo mempunyai  cita rasa yang sangat baik disebabkan antara lain faktor elevasi yang cocok, kondisi lingkungan mikro yang spesifik, memiliki budidaya secara organik dan ramah lingkungan, sehingga untuk itu Kopi Arabika Gayo telah mendunia. Hal ini perlu dipertahankan kesinambungannya dengan regenerasi dan transfer teknologi ke petani muda (Milennial) Kopi Gayo, sehingga apa yang saya rasakan hari ini dapat pula dinikmati oleh teman-teman dimasa yang akan datang. Akhirnya semoga pengalaman ini bisa diterapkan di negara saya" imbuhnya. 

Ir. Khalid Kepala KP. Gayo dan beberapa teknisi telah menjelaskan secara ringkas   tentang budidaya kopi secara berkelanjutan  mulai dari pembibitan (Nursery) sampai pasca panen serta mengenalkan varietas Gayo 1 dan Gayo 2 yang sudah di lepas Kementerian Pertanian di lahan KP. Gayo, Akhirnya ucapan terima kasih yang telah dipercaya sebagai tujuan  kunjungan lapangan oleh  mahasiswa Indonesia dan luar negeri melalui kegiatan Joint Summer Program Biodiversity Indonesian Coffee Story. (Ishar/R/F).