JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Bioindustri BPTP Balitbangtan Aceh

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
fShare
0

 

BPT

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Bioindustri BPTP Balitbangtan Aceh

Kegiatan Bioindustri BPTP Balitbangtan Aceh dengan lokasi di Desa Paya Tungel, Jagong Jeget, Aceh Tengah, dilakukan oleh Dr. Rubiyo Rb sebagai tim monev dan peneliti senior BBP2TP Bogor dengan berkunjung ke lokasi kegiatan pada tanggal 25 September 2018.

Setelah kunjungan lapang kegiatan Bioindustri dilakukan pertemuan dan menyusun rencana tindak lanjut demi pencapaian output yang maksimal. Pertemuan dihadiri oleh peneliti dan penyuluh serta teknisi BPTP Aceh (26/9/2018). Acara dibuka oleh Ka. BPTP Aceh, selanjutnya disampaikan progress kegiatan bioindustri oleh penjab kegiatan Rini Andriani, SP dan hasil monitoring dan evaluasi disampaikan oleh Dr. Rubiyo Rb., sedangkan diskusi dipandu oleh koordinator  Program Dr. Rachman Jaya.

Penjab kegiatan Rini Andriani, SP, melaporkan sampai dengan tahun  2018, progress kegiatan bioindustri  telah dilaksanakan oleh 5 poktan. Rantai Kegiatan Bioindustri antara lain; Sistem integrasi antara kopi arabika dengan ternak berupa produksi biourine, biokompos serta kopi roasting. Selain produk tersebut juga telah dihasilkan biokompos dari kulit kopi. Produk lainya adalah biogas yang telah diaplikasikan untuk energi dan peralatan mesin pulper.

Menurut Rubiyo, penciri bioindustri adalah bahan baku dan proses. Bioindustri harus mencakup kawasan dengan kelembagaan Gapoktan,  di dalamnya terdapat komponen pendukung SDM dan sarana prasaran serta interaksinya. Fokus pengembangan model bioindustri pada tahun ke 4 adalah Optimalisasi Kinerja Model.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa Optimalisasi dikategorikan “A”, bila model yang dikembangkan mempunyai kemampuan akselerasi model inovasi, memperkuat eksistensi inovasi-reinovasi teknologi kemudian tata kelola kelembagaan yang mantap dan berkesinambungan. Kategori “B” apabila kegiatan introduksi inovasi-reinovasi dan penajaman analisis finansial ekonomi dan tanpa/minimal limbah biomassa (Zero Waste). Sementara kategori “C” apabila kegiatan masih melakukan pemetaan permasalahan, potensi dan peluang, perbaikan tahapan kegiatan dan penguatan introduksi teknologi serta kelembagaan.

 

Bapak wahyu dari Poktan Giri Mulyo menyatakan sebelum adanya Bioindustri ini biji kopi dijual dalam bentuk gelondong merah dan limbah ternak masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya bioindustri ini semua itu bisa diolah menjadi pupuk dan pakan ternak yang lebih bermanfaat dan tidak terbuang percuma. (RJ/Rini/F)