BPTP ACEH GELAR BIMBINGAN TEKNIS PADA KAWASAN PERTANIAN SEJAHTERA (SAPIRA) DI “KAMPUNG KOPI” KABUPATEN ACEH TENGAH

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Parent Category: Berita Written by Administrator Hits: 229

Dalam rangka peningkatan nilai tambah dan daya saing produk kopi arabika, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kecamatan Bies tentang Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Kopi Arabika. 

Kegiatan ini merupakan  program strategis Kementerian Pertanian yang dikemas dalam bentuk Pengembangan Kawasan Pertanian Sejahtera (SAPIRA) yang dilaksanakan di kawasan Kampung Kopi Tebes Lues, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah yang digelar pada Rabu (26/6/2019) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bies.

 Kepala BPTP Aceh yang diwakili Dr. Rachman Jaya menyebutkan bahwa kegiatan SAPIRA adalah salah satu kegiatan strategis dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang mulai  pada tahun 2019. “tujuan kegiatan Sapira intinya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi petani yakni dengan harapan dapat meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan petani” Kata Rachman Jaya. 

Pada kesempatan itu, Ia mengharapkan terutama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat menjadi mitra BPTP dalam mentransfer informasi teknologi kepada petani khususnya teknologi budidaya kopi arabika mulai dari hulu hingga hilir. Banyak petani yang melakukan pemangkasan belum sesuai dengan petunjuk teknis. Padahal aspek ini sangat penting dalam meningkatkan produksi kopi. 

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Penyuluhan Aceh Tengah  yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Ir. Sulwan Amri dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan Bimtek tersebut merupakan kesempatan langka yang diterima PPL dan petani di Kecamatan Bies. Padahal katanya, Bies kini telah menjelma sebagai barometer dalam dunia perkopian di Provinsi Aceh khususnya kopi arabika. “Sejak 2018, Bies sudah dibentuk Kampung Kopi, kita berharap kedepan dapat menjadi model dalam komoditas kopi Gayo baik dari hulu hingga hilir” sebut Sulwan Amri. 

Untuk memenuhi ambisi tersebut, Dinas Pertanian dan Penyuluhan bersama BPP Kecamatan menginisiasi pembentukan Brigade Pangkas yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan ketrampilan petani dalam pemangkasan. “kini, Brigade Pangkas tersebut sudah banyak diminati masyarakat tani pedesaan bahkan ada yang sudah menjadi tutor bagi banyak petani kopi arabika” kata Sulwan Amri. 

Pada kesempatan yang sama, narasumber Bimtek Sapira, Ir. Khalid yang juga Penanggung jawab Kebun Percobaan Kopi Gayo menyampaikan secara detail teknis budidaya Kopi Arabika. Petani dan PPL juga diberikan Praktik Lapangan tentang teknis pemangkasan kopi yang benar. Peserta secara umum sangat antusias mengikuti acara tersebut hingga selesai karena memang menjadi kebutuhan penting bagi petani dalam melakukan budidaya kopi secara benar. 

Acara tersebut juga turut dihadiri Kepala BPP Kecamatan Bies, Muliadi, SP, Penanggung Jawab Kegiatan SAPIRA Firdaus, S.P., M.Si dan Para Petani serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). (HY/F)./F).