BPTP ACEH LATIH CALON PENANGKAR PADI KEGIATAN SAPIRA DI BPP KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Parent Category: Berita Written by Administrator Hits: 189

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani calon penangkar dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kecamatan Kota Jantho tentang Prosedur dan Tahapan Sertifikasi Benih Padi dan Permasalahannya, dalam rangka peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani di BPP Kota Jantho, selasa (9/7).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kadis Pertanian Aceh Besar diwakili Kabid Produksi Hasballah, SP dan Kabid Penyuluhan Fahrizal, SP serta petani calon penangkar dan PPL BPP Kota Jantho.   Hasballah, SP Kabid Produksi dalam sambutannya menekankan pentingnya penggunaan benih bermutu dan bersertifikat untuk mendapatkan produksi yang tinggi, “oleh sebab itu kita harus mampu memproduksikan sendiri benih yang bermutu untuk mengatasi kelangkaan benih berlabel di saat musim tanam”, katanya.  Kabid Produksi sekaligus membuka dengan resmi kegiatan Bimbingan Teknis Prosedur sertifikasi benih padi dan permasalahannya.  

Sementara itu Kepala BPTP Aceh diwakili Penanggung Jawab Kegiatan SAPIRA Firdaus, SP., M.Si menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan.  Kegiatan SAPIRA merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang dilaksanakan melalui pengembangan sistem usaha agribisnis hulu-hilir dan terintegrasi, dengan penerapan dan pemanfaatan teknologi maju,  (teknologi revolusi industri 4.0). SAPIRA juga merupakan suatu model diseminasi inovasi pertanian hasil Balitbangtan maupun luar Balitbangtan. Perwujudan dilapangan nantinya adalah terbangun dan berkembangnya sistem intensifikasi dan diversifikasi usaha agribisnis dan atau agroindustri di suatu kawasan pertanian. “tujuan akhir kegiatan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi petani yakni dengan harapan dapat meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan petani” Kata Firdaus saat menyampaikan kata kata pengantar.

Pada kesempatan itu, Firdaus mengharapkan kepada peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk mengetahui tahapan tahapan sertifikasi benih.  “Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat menjadi mitra BPTP dalam mentransfer informasi teknologi kepada petani khususnya cara memproduksi benih berlabel”, harapnya. 

Sementara itu, Narasumber dari Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Kabupaten Aceh Besar, Baihaqi Nasution menjelaskan pengertian sertifikasi benih, persyaratan produksi benih padi dan prosedur sertifikasi benih.  Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan bimtek ini, banyak permasalahan  yang disampaikan kepada narasumber untuk mendapatkan solusinya.  Pada Akhir kegiatan, peserta di jelaskan secara langsung dilapangan cara melaksanakan rouging di lahan penangkar.  Salah seorang peserta Tgk Adek mengharapkan kepada BPTP Aceh untuk dapat membina kami menjadi penangkar yang mandiri.  “Semoga BPTP Aceh dapat memfasilitasi sumber benih label putih untuk kami”, demikian harapannya.  

M. Amin, SP Ka BPP Kota Jantho menyampaikan tantangan besar kepada peserta pelatihan, untuk musim tanam tahun depan kita akan menanam benih unggul bersertifikat hasil dari peserta yang mendapat pelatihan hari ini.  “semoga bapak bapak calon penangkar bisa menangkap bisnis benih ini sangat menguntungkan, semoga petani mau segera mendaftarkan diri ke BPSB untuk menjadi Penangkar Benih Bersertifikat Mandiri”, demikian harapan M. Amin disaat penutupan acara di lahan petani Desa Teurebeh Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar.(Firdaus/F).