MENGGENJOT PRODUKSI PADI, KEMENTAN OPTIMALKAN LAHAN KERING MARJINAL 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Parent Category: Berita Written by Administrator Hits: 150

Untuk menggenjot produksi padi 2019, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Aceh kembali melaksanakan pertemuan atau rapat koordinasi (rakor) dengan stakeholder terkait di Hotel Harmoni, Kota madya Langsa pada Rabu (10/7) Pagi. Rakor tersebut mengambil tema Percepatan Kegiatan Tahun 2019 dan Evaluasi Realisasi Target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale).   

Hadir pada Rakor itu antara lain Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agric selaku Penanggung Jawab (Pj) kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) Propinsi Aceh, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Ir. Gatot Irianto, DEA, Kepala Badan Karantina, Dr. Ir. Ali Jamil, M.P, Kepala BPTP Aceh yang diwakili Dr. Iskandar Mirza, M.P, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Aceh A. Hanan, S.P., M.M dan Korem Lilawangsa dan Teuku Umar serta seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Aceh. 

Pj UPSUS dalam sambutannya terutama memberikan apresiasi kepada seluruh koordinator data Upsus yang telah membantu memberikan data selama periode tanam April hingga Juni 2019. Data tersebut sangat membantu dalam meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi, jagung kedelai selama musim tanam April hingga Juni. “pada kesempatan Rakor ini, kita terutama mengevaluasi capaian realisasi LTT dan target tanam Juli” tekan Prof Dedi. 

Pada kesempatan tersebut Dirjen TP Gatot Irianto mengharapkan seluruh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan untuk dapat menambah luas tambah tanam (LTT) pada akhir periode April – September (Asep) terutama luas tanam pada Juli. “peran Distan sangat penting dalam memberikan bimbingan kepada petani khususnya aspek teknis agar mereka termotivasi untuk tanam tepat waktu” Harap Gatot. 

Ia juga meminta petugas dari Dinas dan BPTP serta TNI (Babinsa) untuk dapat memanfaatkan lahan kering marginal guna menggenjot produksi padi secara Nasional dengan sistem tanam benih langsung (Tabela). 

Untuk mengejar potensi data LTT yang tercecer, Ali Jamil meminta seluruh Kordata di kabupaten/ kota untuk mencocokkan kembali dan mengevaluasi data LTT April – Juni. Ali Jamil menyebutkan, salah satu potensi untuk mendongkrak data LTT Asep adalah dengan mengoptimalkan potensi lahan kering dan lahan tadah hujan termasuk didalamnya dengan menyiapkan data CPCL lahan kering dan mengidentifikasi ketersediaan benih padi gogo. 

Untuk saat ini, BPSB melaporkan bahwa benih padi yang tersedia adalah sejumlah 621,18 ton. Diantaranya adalah varietas IR64, Inpari 32 (158,5 ton), Inpari 30, 42 (174,5 ton), Mekonga (13 ton), Ciherang (4,3 ton), Mira-1, Inpari 16 dan Situbagendit (1 ton). 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Abdul Hanan, SP, MM dalam penutupannya mengatakan, total luas lahan kering di Aceh adalah mencapai 650.993 hektar. Adapun target luas tanam pada 2019 sebesar 218.000 hektar. Namun menurut Hanan, masalah utama pengembangan padi lahan kering di Aceh adalah tingkat ketersediaan benih padi gogo masih kurang dan kemauan petani masih rendah. (Husaini/Mirza/F).