JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Popüler Bahis

aviator

KOMISI IV DPR RI KUNJUNGI BPTP BALITBANGTAN ACEH  

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Komisi IV DPR RI merupakan satu dari 11 (sebelas) Komisi yang ada di DPR RI yang berdasarkan Keputusan Rapat Paripurna DPR RI mempunyai ruang lingkup tugas di bidang Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan Kelautan. Artinya, Kementerian Pertanian termasuk diantara mitra kerjanya selain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perum Bulog dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).  

Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Aceh, Komisi IV DPR-RI juga mengunjungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh yang merupakan lembaga vertikal di bawah Kementerian Pertanian. 

Pada kesempatan tersebut, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M mewakili pimpinan rombongan beserta seluruh anggota komisi melakukan diskusi dengan Lembaga Teknis dan Dinas terkait terutama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Perum Bulog, PT. Pupuk Indonesia (Persero), ID Food dan perwakilan petani dan Penyuluh Aceh. 

Turut hadir Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Prof. Dr. Ir. Fadjry Jufry, M.Si mewakili Menteri Pertanian didampingi Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Dr. Ir. Fery Fahruddin Munir, M.Sc., IPU. 

Diskusi itu mengambil tema “Upaya Peningkatan Produksi Pertanian dalam rangka Mencapai Ketahanan Pangan di Aceh”. Acara itu digelar di Aula BPTP Aceh pada Kamis (13/10) pagi. 

Mengawali diskusi, Prof Fadjry mengisahkan tentang pembentukan kelembagaan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) yang dilalui oleh tim perancang badan baru untuk mendapatkan pengesahan KemenPAN-RB hingga turunnya peraturan presiden (Perpres) nomor 117 tahun 2022. 

Ka Badan menilai, tugas berat sudah menanti bersama badan baru BSIP dengan tugas dan fungsi (tupoksi) yang jauh lebih luas dan besar. Jika bersama Litbang pada basis kerjanya penelitian, pengkajian dan diseminasi, kini basisnya adalah melakukan standardisasi pertanian. 

Kemudian Ka Badan menyampaikan cakupan tugas BSIP kedepan merupakan merancang, mendesign dan menstandardkan instrumen pertanian dari hulu sampai ke hilir, berupa SDM, benih, pupuk, proses, lahan serta jasa. 

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP menyebutkan beberapa isu penting sektor pertanian di Aceh. Menurutnya, diantaranya adalah inflasi dan kemiskinan. Dua hal ini sangat mempengaruhi ketersediaan pangan di Aceh.

Ia juga mengusulkan beberapa hal kepada pimpinan komisi IV untuk menunjang pembangunan sektor pertanian Aceh, terutama penambahan SDM Penyuluh, sarana BPP dan irigasi. 

Pada kesempatan tersebut Kepala BPTP Aceh melaporkan kondisi terkini lembanganya kepada komisi IV. “Saat ini kami sedang proses transformasi dan akan berganti nama menjadi badan standardisasi, dan tupoksinya akan melakukan kegiatan standardisasi Produk, SDM dan lainnya untuk lingkup pertanian di Aceh.  

“kami mohon dukungan perbaikan sarana kantor dan beberapa laboratorium untuk menunjang kerja lembaga baru nanti, karena memang sejak berdiri pada 1995 hingga saat ini belum ada perbaikan sama sekali”, harap M. Ferizal. 

Menanggapi permintaan Kepala BPTP Aceh, pimpinan rapat Salim Fakhri langsung mengiyakan dan akan mendukung sepenuhnya untuk pembangunan sarana dan prasarana BPTP Aceh kedepan. 

“Pak ka Badan jangan sungkan untuk mengusulkan anggaran guna pembangunan sarana BPTP Aceh ini. Semua catatan dan masukan pada hari ini akan menjadi rekomendasi kunjungan kerja kami” sebut Salim Fakhri yang diiyakan TA. Khalid yang merupakan anggota DPR-RI Dapil Aceh*.).


 

wso shell Indoxploit shell fopo decode kaliteli hacklink adresi hacklink al hacklink panel hacklink satış garantili hacklink  paykasa Google