JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peningkatan Produksi Cabai Melalui Proses Pemangkasan Bibit

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
fShare
3

Oleh : Ratnawati, S.P

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi  di kalangan masyarakat Indonesia.Tanaman ini tergolong tanaman semusim dan bagi masyarakat Indonesia merupakan tanaman yang sangat dikenal sebagai bahan penyedap dan pelengkap berbagai menu masakan khas (Prajnanta, 2003). Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.Sun et al. (2007) kandungan antioksidan pada cabai yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980).

Tanaman ini tergolong tanaman semusim dan bagi masyarakat Indonesia merupakan tanaman yang sangat dikenal sebagai bahan penyedap dan pelengkap berbagai menu masakan khas (Prajnanta, 2003). Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.Sun et al. (2007) kandungan antioksidan pada cabai yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980).

Tanaman ini diandalkan sebagai salah satu komoditas ekspor non migas dari komoditas sayuran segar (Rukmana, 1994). Seiring perubahan waktu, kebutuhan cabai akan terus meningkat baik untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor. Oleh karena itu, produksi cabai harus meningkat setidaknya sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Akan tetapi saat ini belum banyak yang mampu menyediakan produksi cabai yang mencukupi permintaan pasar sehingga sangat sulit sekali mencari cabai dipasaran, walaupun ada kemungkinan harga sangat mahal atau diatas harga normal.

 Kandungan Gizi Cabai Merah

Kandungan

Segar

Kering

 

Cabai Hijau Besar

Cabai Merah Besar

Cabai Rawit

Cabai Hijau Besar

Cabai Merah Besar

Cabai Rawit

Kalori (Kal)

23

31

103

-

311

-

Protein (g)

0,7

1

4,7

-

15,9

15

Lemak (g)

0,3

0,3

2,4

-

6,2

11

Karbohidarat (g)

5,2

7,3

19,9

-

61,8

33

Kalsium (mg)

14

29

45

-

160

150

Fosfor (mg)

23

24

85

-

370

-

Besi (mg)

0,4

0,5

2,5

-

2,3

9

Vit A (Si)

260

470

11,050

-

576

1.000

Vit B1 (mg)

0,05

0,05

70

-

0,04

0,5

Vit C (mg)

84

18

71,2

-

50

10

Air (g)

93,4

90,9

85

-

10

8

b.d.d %

82

85

 

-

85

 

Sumber : Setiadi, 1999.

 Rasa pedas pada buah cabai adalah karena.zat Capsaicine (C18H27O3 N).
       Cabai termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.

Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret-April).

Tanaman cabai  diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabai yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabai (300-500 gr biji). Tinggi tanaman sangat bervariasi, tergantung pada varietas atau jenisnya, pada umumnya antara  65-170 cm, dengan lebar tajuk antara 50-100 cm.
          Produksi cabai dapat ditingkatkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui upaya budidaya tanaman yang tepat, termasuk perawatannya. Di antara praktek perawatan yang umum dilakukan oleh petani adalah melakukan pemangkasan tunas yang tumbuh di ketiak daun. Metode  Pemangkasan  merupakan  salah satu alternatif lain yang digunakan untuk meningkatkan produksi selain  dengan cara  pemupukan, pengolahan lahan yang baik dan juga bisa menggunakan varietas unggul

Pemangkasan adalah suatu tindakan pembuangan sebagian dari bagian tanaman dengan maksud untuk menumbuhkan atau merangsang pembungaan dan pembuahan kearah yang dikehendaki.

Menurut beberapa literatur, pemangkasan ini dimaksudkan untuk memperkuat batang dan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang tidak perlu di bagian bawah tubuh tanaman dan diarahkan ke bagian atas, selain juga untuk memperluas ruang sirkulasi udara dan penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman.

Pemangkasan juga dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan higienis sehingga tanaman bisa terbebas dari serangan hama dan penyakit.  Keseluruhan tujuannya adalah agar tanaman dapat memberikan hasil dan kualitas buah yang maksimal (Prajnanta, 2003; Hartman     netal.,1988).
       Di lain pihak pemangkasan pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan bunga banyak. Bunga yang banyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil tanaman yang baik.

Pemangkasan dapat juga dilakukan pada  fase produktif (70-90 hst)

 Secara teori, membuang tunas-tunas liar artinya memang menghemat atau mengefisienkan konsumsi hara oleh tanaman dari “sektor-sektor” yang dianggap pemborosan atau kurang produktif. Dengan demikian, penyaluran dan penggunaan hara akan terfokus ke sektor-sektor lain yang lebih vital, terutama pada buah. Dampak dari pemangkasan tunas-tunas samping/lateral ini pun akan memacu peran hormon apikal, sehingga mendorong pertumbuhan tanaman ke atas alias tanaman menjadi lebih tinggi. tidak semua pucuk atau cabang dibuang, tetapi dipotong pada berbagai jarak dari ujung. Prosedur ini merangsang tumbuhnya pucuk-pucuk baru dari mata tunas di bawah potongan dan menekan pertumbuhan terminal dari cabang yang bersangkutan.Sedangkan pada penjarangan (thinning out), seluruh pucuk atau cabang dipotong pad titik pertautannya dengan cabang yang lebih besar (atau lebih tua). Penjarangan bertujuan untuk memperbaiki bagian-bagian yang terlalu rimbun atau membuang cabang-cabang yang mengganggu atau tidak berguna.

Pada tanaman cabai dapat dilakukan  pemangkasan pada pembibitan, pemangkasan tanaman yang belum menghasilkan

Teknis Pemangkasan  

  • Pemangkasan dilakukan  ketika bibit berumur dibawah 8 hari
  • Lakukan pemangkasan dengan jaraknya 4 mm diatas daun yang pertama kali muncul.
  • Pemangkasan menggunakan pisau yang tajam dan steril
  • Sisakan 2 daun .
  • Setelah selesai agar bekas potongan terhindar dari infeksi jamur, virus dan cendawan semprot dengn fungisida seuai anjuran.
  • Bibit siap dipindah tanam ke lahan setelah tanaman berdaun 5 lembar atau tiga minggu setelah pemangkasan.

Kelebihan tanaman cabai yang bibitnya dipangkas

  1. Produksi tanaman lebih tinggi karena setiap tanaman memiliki dua cabang utama
  2. Tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit busuk batang bawah dan bercak daun bakteri.
  3. Kualitas buah yg di hasilkan lebih baik.
  4. Tanaman tidak mudah setres dan sakit.
  5. Tanaman tidak terlalu tinggi karena pertumbuhannya cenderung
  6. Pemangkasan pada Cabai bertujuan untuk batang menjadi kuat dan juga memperbanyak cabang di atas. 

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro. D. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka : Jakarta. 

Devi rizqinurfalach.2010. Budidaya tanaman cabai merah. Surakarta. Universitas sebelas maret. 

Prajnanta, F. 1998 Agribisnis Cabai Hibrida Penebar Swadaya jakarta. 

Rukmana, R, 1994 Budidaya Cabai Hibrida. Kanisius Yokyakarta. 

Sasmitahardja, Dradjat, dkk. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi PMIPA ITB. Bandung. 

Zulkarnain. 2009.Dasar-Dasar Hortikultura. Bumi Aksara. Jakarta.   


 Selengkapnya Klik Download.

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google