JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sejarah

Profil >> Sejarah


Memasuki Pelita VI sebagai awal Pembangunan Jangka Panjang II. Badan Litbang Pertanian melaksanakan reorganisasi untuk menjadi organisasi yang lebih efektif dan efisien. Langkah ini merupakan kebutuhan yang esensial untuk meningkatkan peran dan sumbangan penelitian sebagai tulang punggung pembangunan pertanian dan pembangunan wilayah yang merupakan bagian integral pembangunan nasional. Melalui reorganisasi ini terjadi berbagai perubahan dan konsekuensi yang cukup mendasar yang sekaligus merupakan peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Salah satu bentuk perubahan di lingkup Badan Litbang Pertanian melalui surat keputusan Menteri RI No. 797/Kpts/OT.210/12/1994 adalah dibentuknya Balai/Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP/LPTP), Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Banda Aceh adalah salah satu diantara 11 BPTP dan 6 LPTP yang dibentuk. LPTP Banda Aceh merupakan penggabungan ex Balai Informasi Pertanian dan asset Balai-Balai Penelitian Lingkup Badan Litbang Pertanian yang terdiri dari Kebun Percobaan Kelapa Paya Gajah di Aceh Timur dari Balai Penelitian Kelapa Manado, Balai Penelitian Kopi Gayo di Aceh Tengah dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, dan Kebun Percobaan Tanaman Pangan Lampineung di Banda Aceh dari Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami.

Pembentukan LPTP Banda Aceh dimaksudkan untuk lebih mendekatkan pelayanan penelitan kepada petani/pengguna teknologi pertanian serta penerapan paradigma bahwa penelitian berawal dari petani/pengguna dan berakhir pada pengguna teknologi pertanian. Sasaran utama Unit Pelaksana Teknis ini adalah merekayasa paket teknologi pertanian spesifik lokasi untuk menemukan pola usahatani yang efisien memanfaatkan sumberdaya pertanian secara optimal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan daerah dan kemampuan sumberdaya yang dimiliki, maka pada tahun 2001 melalui surat keputusan Menteri Pertanian RI No. 350/Kpts/OT.210/6/2001 tanggal 14 Juni 2001 Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Banda Aceh statusnya ditingkatkan menjadi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. BPTP Banda Aceh merupakan UPT Badan Litbang di daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Sebagai asset pelayanan IPTEK di Provinsi Aceh. Balai ini memiliki pula kemampuan dalam bidang penyiapan materi dan untuk penyuluhan. Keberadaannya diharapkan akan memberi arti penting bagi program pembangunan pertanian di Provinsi Aceh Hubungan sinergistis yang bermanfaat antara BPTP Banda Aceh (yang sekarang menjadi BPTP Aceh) dan Pemerintah Daerah beserta dinas-dinas tersebut dalam sektor pertanian telah diciptakan dan terus dikembangkan.

BPTP Aceh merupakan UPT eselon III Badan Litbang Pertanian di daerah dengan wilayah kerja meliputi seluruh daerah di Provinsi Aceh.