JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Lagi-lagi Kopi Aceh Raih Juara Pertama Nasional

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
fShare
0

Kopi Arabika campuran Timtim dengan varietas lain sebagai pemenangKopi Arabika Gayo kembali meraih juara pertama tingkat nasional dalam acara lelang kopi pertama di Indonesia yang diadakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) di Bali, 10 Oktober 2010 lalu. Sejumlah negara pengimpor kopi hadir dalam acara lelang, termasuk stakeholder mulai dari petani perorangan, pembeli, pemanggang (roaster), ekportir, dan perwakilan pemerintah berbagai negara. Hadir juga kelompok tani dari beberapa provinsi.

 


Indra Perwiryanto dari Aceh Partnerships for Economic Development (APED) dalam acara lelang tersebut menampilkan Kopi Arabika Gayo berasal dari Kecamatan Atu Lintang dengan ketinggian 1.400 m dpl. Selain Kopi Gayo, juga disertakan varietas Timtim dan campuran beberapa varietas kopi arabika Gayo lainnya. Kopi yang diberi label “Lot 13” ini meraih point tertinggi sebesar 85.34, diikuti oleh kopi arabika dari Kecamatan Silih Nara (1.200 m dpl) dengan varietas yang sama, berlabel “Lot 14” memperoleh nilai 83.31 sebagai juara kedua. Kedua kopi tersebut diproses dengan cara lokal yang biasa disebut dengan cara “giling basah” (wet hulled process).


Selain menampilkan kopi arabika giling basah, peserta dari Kabupaten Aceh Tengah lainnya juga mengikutsertakan kopi arabika luwak giling kering yang dibawa oleh Kasmito (Maharaja Coffee). Kopi luwak ini memperoleh nilai tertinggi sebesar 84.33 point, diikuti kopi luwak dari Jawa Timur sebagai juara kedua dan ketiga dengan point sebesar 83.69 dan 83.54 namun dengan pengolahan berbeda yaitu fully washed process and sun dried.


Tim juri asal Australia, Amerika, Mesir, Taiwan dan Singapura sedang menguji rasa kopi yang dilombakan“Hal yang sangat membanggakan bagi warga Aceh karena kopi Gayo dihargai dengan sangat baik oleh para pembeli, ditambah dengan telah diperolehnya sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang telah diterima pada bulan Mei lalu, sehingga semakin memperkuat penawaran berikutnya”, ujar Indra.
Sebelumnya kopi Gayo juga meraih juara I pada acara kontes kopi specialty Indonesia yang diadakan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dalam rangkaian kegiatan Association for Science Information on Coffee ke 23 (ASIC) 2010, International Conference on Coffee Science pada tanggal 3 – 8 Oktober 2010 bertempat di Hotel Grand Hyyat Bali, Nusa Dua – Bali.  Dilaporkan bahwa seluruh kopi specialty Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua turut serta dalam acara ini.


Persiapan pelepasan varietas kopi Arabika Gayo telah dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Forum Kopi Aceh, APED, United Nation Development Program (UNDP), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, dan Pemkab Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak tahun 2007 lalu. Bentuk kegiatan yang telah dilakukan berupa inventarisasi varietas, uji varietas dan uji citarasa, bahkan lebih jauh APED, UNDP dan Pemkab Aceh Tengah dan Bener Meriah telah berhasil mendapatkan paten Indikasi Geografis (IG) kopi Gayo. Hal ini yang menjadi topik pembicaraan koordinasi BPTP Aceh dengan UNDP pada Senin 18 Oktober 2010 bertempat di kantor UNDP Banda Aceh. (Ismail/ Basri)
 

wso shell Indoxploit shell fopo decode kaliteli hacklink adresi hacklink al hacklink panel hacklink satış garantili hacklink  paykasa Google