30January2015

Juknis

Publikasi >> Juknis


Beberapa Petunjuk Teknis yang telah dipublikasi oleh BPTP ACEH:

  1. Teknologi Budidaya Cabai Merah di Lahan Kering Dataran Rendah.pdf
  2. Teknologi Budidaya Kambing Potong di Kabupaten Pidie.pdf
  3. Teknologi Itik dengan Memanfaatkan Bungkil Kelapa dan Limbah Ikan sebagai RansumAlternatif.pdf
  4. Tumpangsari Kol Bunga dengan Cabai Merah.pdf
  5. Analisis Distribusi dan Pemasaran Beras di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.pdf
  6. Inovasi Teknologi Budidaya Kacang Tanah di Lahan Tsunami .pdf
  7. Teknologi Penggunaan Pupuk Kandang Cair pada Tanaman Kentang pada Lahan Sawah
  8. Dataran Tinggi di Kabupaten Bener Meriah Provinsi NAD.pdf
  9. Teknologi Pupuk Organik Pada Budidaya Kopi di Kabupaten Bener Meriah.pdf
  10. Beberapa Varietas Padi Lahan Gambut Terkena Tsunami di Kabupaten Aceh Barat Provinsi Nad.pdf
  11. Pemanfaatan Jerami Fermentasi Sebagai Pakan Sapi pada Usahatani Terpadu Tanaman - Ternak di Lahan Sawah
  12. Teknologi Pengembangan Padi Pada Lahan Sawah Terkena Tsunami di Kabupaten Bireuen
  13. Petunjuk Teknis Katalogisasi Bahan Pustaka non Buku
  14. Teknologi Pengembangan Kedelai pada Lahan Sawah Terkena Tsunami di Kabupaten Pidie
  15. Petunjuk Teknis Paket Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Lahan Sawah Irigasi
  16. Petunjuk Program Sinergi Penelitian dan Pengembangan Bidang Pertanian (SINTA)
  17. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah
  18. Budidaya Kedelai di Lahan Bekas Tsunami
  19. Teknologi Budidaya Jagung dengan Konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu
  20. Budidaya Kopi Organik
  21. Petunjuk Teknis Budidaya Cabai Merah
  22. Kedelai
  23. Petunjuk Prasktis dalam Rangka Mendukung Program PUAP
  24. Pengelolaan Tanaman Terpadu  (PTT) Padi Sawah
  25. SL-PTT Kacang Tanah
  26. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah

Beberapa Teknologi Budidaya yang dipublikasikan oleh BPTP ACEH:

Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu tanaman perkebunan. Kakao dapat mulai berproduksi pada umur 18 bulan (1,5 tahun), dan dapat menghasilkan biji kakao yang selanjutnya bisa diproses menjadi bubuk coklat. Pertanaman kakao umumnya merupakan perkebunan rakyat. Produktivitas rata-rata tanaman kakao di Lampung masih rendah sebesar 588,79 kg/ha dan mutu produk yang dihasilkan belum memenuhi standar ekspor. Apabila petani mau menerapkan teknologi budidaya secara benar produktivitas tanaman kakao bisa mencapai 1,5-3 ton/ha. Secara teknis, rendahnya produktivitas dan mutu kakao disebabkan beberapa hal, diantaranya: benih yang digunakan beragam dan lokal, pemeliharaan dilakukan seadanya dan belum dilakukan fermentasi sebagai faktor penentu mutu kakao.


 Selengkapnya Klik disini....................

Di Indonesia terdapat beberapa jenis itik yang diberi nama sesuai daerah utama pengembangannya, seperti itik Tegal, Alabio, Mojosari, Bali, dan lain -lain. Masing-masing jenis itik tersebut mempunyai keunggulan tersendiri. Masalah utama selama ini adalah belum tersedianya sistem penanganan yang memadai untuk menghasilkan bibit berkualitas. Yang ada hanyalah penetasan dari telur-telur tetas. Perkembangan peternakan itik yang cukup pesat akhir­ akhir ini diharapkan juga akan mendorong tumbuhnya usaha­usaha pembibitan untuk meningkatkan kualitas bibit yang tersedia di pasar. Kualitas bibit yang digunakan sangat menentukan keberhasilan dan tingkat keuntungan usaha peternakan yang bersangkutan. Untuk itu perlu adanya pemahaman cara-cara beternak itik yang benar bagi peternak.


 

 

Selengkapnya Klik disini....................

Jahe (Zingiber officinale Rose) adalah tanaman herba tahunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini umumnya dipanen pada kisaran umur 8-12 bulan, tergantung keperluan. Untuk konsumsi segar, misalnya untuk bumbu masak, jahe dipanen pada umur 8 bulan, sedangkan untuk keperluan bibit dipanen umur 10 bulan atau lebih. Apabila untuk diolah menjadi asinan jahe dan jahe awet, tanaman jahe dipanen pada umur muda, yakni 3-4 bulan. Jahe juga diperlukan untuk bahan baku obat tradisional dan fitofarmaka. Keuntungan bersih usaha budidaya tanaman jahe bisa mencapai Rp. 21 juta lebih/ha.


 

 

Selengkapnya Klik disini....................

Cabai merah (Capsicum annum) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di daerah tropika seperti di Indonesia. Cabai sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga dan sebagiannya untuk ekspor dalam bentuk kering, saus, tepung dan lainnya.


 

 

 

 

Selengkapnya Klik disini....................

Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi. Tanaman tahunan ini dapat disadap getahnya pertama kali pada umur 5 tahun. dari getah tanaman (Lateks) tersebut dapat diolah menjadi lembaran karet (Sheet). bongkahan (kotak), atau karet remah (crumh rubber) yang merupakan bahan baku industri karet.


 

 

 

Selengkapnya Klik disini..................