BPTP ACEH DAMPINGI GERAKAN MASSAL (GERMAS) PEMANGKASAN TANAMAN KAKAO

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
Parent Category: Berita Written by Administrator Hits: 38

Pidie (1/5/21) Gerakan Massal (GERMAS) Pemangkasan Tanaman Kakao dilaksanakan di desa Siron Paloh Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie. Kegiatan ini digagas Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kab. Pidie. Kegiatan dibuka oleh wakil Bupati Kab. Pidie, dihadiri Kadistan Provinsi Aceh, Kadistan Kab. Pidie, Kepala BPTP Aceh, Forum Kakao Aceh dan seluruh Muspika Kab. Pidie serta petani Kakao.

Wakil Bupati Pidie menyatakan lebih dari 10.000 ha tanaman kakao di Kab. Pidie sebahagian rusak berat, pengelolaan tanaman kakao baru sebatas kebun konvensional, sementara nilai tambah paling tinggi pada aspek pasca panen dan harus menjadi tolok ukur keberhasilan dan kesejahteraan petani Kakao. Harapannya penyuluh harus meningkatkan SDM sehingga bisa lebih pandai dari petani Kakao.

Selain kakao Kab. Pidie sangat potensi dikembangkan kopi robusta, melinjo sebagai pusat kerajinan kerupuk melinjo/ emping serta Bawang merah dengan pendekatan klaster/kawasan. Kemudian wakil bupati berpesan agar kegiatan pemangkasan dilakukan tidak hanya ada saat ada kegiatan dari stakeholder, tetapi merupakan insisiatif dari petani sendiri selaku pemilik kebun.

Dalam sambutannya Kepala Distanbun Aceh menyampaikan bahwa kebun Kakao di Aceh didominasi perkebunan rakyat dengan provitas tingkat provinsi 750 kg/ha, sedangkan Kab. Pidie 550 kg/ha. Dalam Germas ini dikerahkan 200 petani yang trampil dalam pemangkasan selama 1 minggu, berdasarkan Permentan Kabupaten Pidie ditetapkan sebagai kawasan tanaman kakao. Fokus kegiatan adalah upaya peningkatan produktivitas kakao melalui pemangkasan yang merupakan syarat teknik perbaikan sistem budidaya tanaman kakao.

Kegiatan teknis dan pendampingan pemangkasan dikawal oleh penyuluh setempat. Pada intinya pemangkasan merupakan syarat utama untuk peningkatan produktivitas, selain pengelolaan hama dan penyakit dan penggunaan pupuk berimbang.

Pada kesempatan diskusi Ka. BPTP Aceh merespon harapan wakil Bupati untuk melakukan demplot kakao melalui kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian Mendukung Pengembangan Komoditas Unggulan Provinsi Aceh. (RJ/Ramlan).