BPTP ACEH LATIH PETANI  MENGGUNAKAN FEROMON EXI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT (Spodoptera exiguna)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Parent Category: Berita Written by Administrator Hits: 41

BPTP Aceh mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian bagi petani bawang merah terdampak pandemic Covid-19 di Aula BPP Simpang Tiga Pidie, Kamis (8/4).  Bimtek dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, penyuluh pertanian serta petani bawang merah dari kecamatan sentra penghasil bawang merah yaitu kecamatan Simpang Tiga, Kembang Tanjong, Peukan Baro, kecamatan Pidie  dan di kecamatan Batee yang berjumlah 35 orang. 

Koordinator BPP Kecamatan Simpang Tiga, Haiyatun, SP.,  saat pembukaan acara mengatakan Bimtek ini sangat baik untuk mendiseminasikan inovasi teknologi.  Dan mengharapkan  semua peserta Bimtek tetap menerapkan standar protokol Kesehatan yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, hindari terjadi kerumunan. “Semua peserta dapat mengikuti dengan serius dan dapat mengaplikasikan informasi yang didapat pada budidaya tanaman bawang merah sehingga memberikan hasil yang memuaskan,” harapnya. 

Selanjutnya  Mahzal, SP. Selaku koordinator POPT Kabupaten Pidie menjelaskan sebab ledakan serangan ulat pada tanaman bawang merah dipicu oleh pemakaian dosis pestisida yang tidak sesuai anjuran, penggunaan satu jenis bahan aktif secara terus menerus dan lama. “Sebaiknya setelah penyemprotan satu jenis bahan aktif selama 2-3 minggu kemudian digantikan dengan insektisida berbahan aktif yang lain, walaupun hama sasaran sama,” jelasnya kepada petani. 

Selain itu, Mahzal menambahkan penggunaan insektisida dengan bahan aktif yang tidak sesuai dengan hama sasaran, waktu penyemprotan tidak tepat, frekuensi penyemprotan yang kurang tepat, dan musnahnya musuh alami akibat pemakaian pestisida yang berlebihan juga dapat memicu ledakan hama ulat, Ir. Nurbaiti, M.Si, penyuluh Pertanian BPTP Aceh, menjelaskan   Salah satu teknologi alternatif yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk mengendalikan ulat bawang adalah dengan menggunakan perangkap Feromon Exi untuk menarik ngengat imago jantan. 

Dia menambahkan Feromon exi mengandung senyawa tidak toksik (beracun), bersifat spesifik terhadap serangga ulat bawang, jumlah yang digunakan per satuan luas sedikit, aman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, tidak diaplikasikan langsung ke tanah, serta memiliki daya tarik yang kuat terhadap hama sasaran. 

Cara Pembuatan dan Pemasangan Perangkap Feromon Exi :

Bahan dan alat:

·      Feromon Exi (pesan on line)

·      Stoples plastik diameter 12-15 cm dan tinggi 20 cm (bisa juga digunakan stoples bekas permen)

·      Kawat untuk menggantung

·      Tang

·      Pisau

·      Spidol

Cara pembuatan dan pemasangan:

1.    Beri tanda dengan spidol pada stoples plastik di kedua sisinya dengan ukuran 17x3 cm pada 1/3 bagian atas stoples.

2.    Potong ke dua sisi stoples yang sudah diberi tanda sebagai jalan masuknya ngengat. Sisakan yang tidak dipotong  6-8 cm dikedua sisinya.  

3.    Lubangi kedua sisi stoples plastik untuk memasukkan kawat yang digunakan untuk menggantung perangkap pada kayu atau bambu.

4.    Lubangi tutup stoples plastik dan masukkan kawat sepanjang 10 cm pada tutup.

5.    Ujung kawat dibengkokkan pada tutup stoples dan ujung kawat satu lagi di pasang/disematkan feromon exi.

6.    Pada stoples yang sudah di lubangi dimasukkan air yang diberi sedikit deterjen, agar ngengat yang masuk tidak dapat keluar lagi sehingga akan mati.

7.    Pasang perangkap feromon exi di lahan bawang dengan menggantung pada kayu atau bambu dengan jarak 15-30 dari tanah (tergantung masa pertumbuhan bawang merah). 

Salah seorang peserta Rizal petani bawang merah dari kecamatan pidie sangat bersyukur dengan adanya kegiatan bimtek ini karena memberi solusi terhadap permasalahan dalam  menghadapi serangan ulat pada bawang merah yang ditanamnya dan juga mengharapkan peran serta pemerintah, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie, maupun Pemerintah Provinsi Aceh serta BPTP Aceh utuk selalu memberikan dukungan  dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi petani, terutama petani bawang merah. 

Acara Bimtek ini di akhiri dengan praktek di lapangan berupa pemasangan perangkap Feromon exi di areal penanaman bawang merah yang dikuti oleh seluruh peserta. (Nurbaiti/Firdaus).