Pemanfaatan  Sumber Daya Pakan Lokal Untuk Pengembangan Peternakan

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
Parent Category: Info Teknologi Written by Administrator Hits: 3818

Oleh : YENNI YUSRIANI

Peluang besar dalam peternakan masih terbuka untuk mengembangkan ternak ruminansia karena adanya potensi sumber daya pakan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan sistim pakan berbasis sumberdaya lokal menjadi pilar yang mendukung perkembangan produksi peternakan di Indonesia yang berkelanjutan, efisien dan kompetitif. Hasil sisa, hasil samping dan limbah berbagai jenis tanaman merupakan sumber bahan baku pakan alternatif yang potensial.

Kemampuan produksi ternak yang relatif rendah berhubungan dengan kualitas dan kuantitas pakan yang tersedia sepanjang tahun. Ketersediaan pakan yang berfluktuasi dan tidak mencukupi kebutuhan gizi ternak untuk mengekspresikan potensi genetiknya secara maksimal, menyebabkan produktivitas ternak relatif rendah.

Pakan ternak ruminansia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu hijauan dan konsentrat. Imbangannya dapat bervariasi sesuai dengan tujuan pemberian pakan. Pada kondisi intensif, ternak ruminansia dapat diberi pakan konsentrat dengan proporsi yang lebih tinggi, bahkan dapat mencapai 85% dari total pakan yang diberikan. Kualitas pakan menggambarkan nilai nutrisi pakan tersebut.

Kepemilikan ternak (khususnya ruminansia) pada setiap keluarga tani umumnya terbatas hanya 3 – 5 ekor domba/kambing atau 1 – 2 ekor sapi/kerbau dan hal ini berkaitan dengan keterbatasan pemilikan lahan dan modal. Bila mempunyai modal yang cukup, biasanya ketersediaan tenaga kerja rumah tangga akan membatasi peningkatan jumlah pemeliharaan ternak, yang dalam hal ini terjadi persaingan antara tenaga pencari pakan hijauan dengan tenaga untuk aktivitas pertanaman. Dengan keadaan di lapangan yang demikian, perlu difikirkan suatu upaya yang dapat mengefisienkan sistem dan siklus produksi tanaman dan ternak, misalnya dengan menyimpan dan mengolah limbah pertanian, perkebunan maupun agroindustri sebagai sumber pakan utama.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang peluang pemanfaatan salah satu limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak ruminansia.

Beberapa Pengertian tentang Bahan Baku Pakan

Ada beberapa istilah atau pengertian yang digunakan dalam bahan baku pakan, di bawah ini akan diuraikan satu persatu tentang istilah tersebut.

 

  1. Sumber serat adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan serat kasar (SK) ≥18%, contohnya limbah pertanian, kulit  biji polong-polongan dan lain-lain.
  1. Sumber energi adalah bahan-bahan yang memiliki kadar protein kurang dari 20% dan serat kasar kurang dari 18% atau dinding selnya kurang dari 35%, contohnya biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, umbi-umbian dan limbah sisa penggilingan.
  2. Sumber protein adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan protein kasar ≥ 20% baik bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti bungkil, bekatul maupun yang berasal dari hewan seperti silase ikan.
  3. Sumber mineral adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi, misalnya garam dapur, kapur makan, tepung ikan, grit kulit bekicot, grit kulit kerang dan grit kulit ikan.
  4. Sumber vitamin adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan vitamin cukup tinggi, misalnya makanan berbutir dan umbi-umbian.
  5. Pakan tambahan adalah bahan-bahan tertentu yang ditambahkan ke dalam ransum, seperti obat-obatan, anti biotika, hormon, air, dan zat pengharum.
  6. Hasil sisa tanaman adalah bagian tanaman yang tersedia dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan setelah produk utama dipanen.
  7. Hasil ikutan/samping tanaman adalah bagian tanaman yang tersedia dan dapat dimanfaatkan setiap saat selama umur tanaman.
  8. Hasil ikutan/samping industri agro adalah bahan atau produk samping yang dihasilkan industri pengolahan bahan baku asal pertanian menjadi produk olahan.
  9. Pakan lokal adalah setiap bahan baku yang merupakan sumberdaya lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan secara efisien oleh ternak , baik sebagai suplemen, komponen konsentrat atau pakan dasar.
    Selengkapnya Klik Download.