SERI PETERNAKAN: UPAYA PREVENTIF DAN KURATIF PENYAKIT PINK EYE

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Parent Category: Info Teknologi Written by Administrator Hits: 598

Oleh : Saiful Helmy 

 

Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, dimana sektor ini memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. juga merupakan bagian pembangunan nasional yang  sangat penting, karena salah satu tujuan pembangunan peternakan adalah peningkatan  kualitas sumberdaya manusia yang unggul. Selain itu, tujuan pembangunan  peternakan adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, pelestarian  lingkungan hidup serta peningkatan devisa negara. Namun demikian, pembangunan budidaya ternak di Indonesia masih belum berhasil dalam memenuhi sebagian dari kebutuhan dalam negeri, termasuk rentan terhadap serangan penyakit hewan berbahaya. 

Salah satu penyakit yang sering menyerang ternak ruminantia adalah penyakit Pink eye (Kerato konjunctivitis) merupakan penyakit menular yang sering ditemukan pada ternak ruminansia kecil. Pink eye merupakan penyakit radang mata menular pada ternak, terutama sapi, kerbau, kambing dan domba. Pink eye disebut juga penyakit epidemik, karena ditempat yang telah terinfeksi dapat berjangkit kembali setiap tahunnya. Penyakit ini sering timbul dengan tiba-tiba terutama pada hewan dalam keadaan lelah (Blood, dkk, 1983). 

Walaupun angka kematian akibat pink eye rendah namun infeksinya spesifik, cepat menular dan dapat mengakibatkan kerugian ekonomi peternak karena dapat menyebabkan penurunan berat badan, penurunan produksi susu. Pink eye dapat menyerang semua jenis ternak dan semua tingkat umur, tetapi hewan muda lebih peka dibandingkan dengan hewan tua. Penyebab utama pink eye pada sapi adalah moraxella bovis sedangkan pada domba dan kambing sering dikenal rickettsia colesiota, namun para ahli masih banyak berbeda pendapat ada yang menyebutkan penyebabnya bakteri, virus, chlamidia dan juga rickettsia (Anonymous, 1998). 

 

Faktor yang sangat mendukung timbulnya infeksi seperti lalat, udara panas, debu, benda asing, trauma, hewan carier, pengaruh musim dan kondisi hewan atau defesiensi vitamin A (Made, 1997).

Berikut gambar ternak terserang pink eye :

Pinkeye disebabkan oleh bakteri  dan virus. Cara penularan agen penyakit ini melalui debu, lalat, rumput dan percikan air yang tercemar. Terutama saat kemarau panjang. Diagnosa pink eye dapat dilakukan berdasarkan etiologi, epidemiologi dan berdasarkan gejala klinis. Pemeriksaan berdasarkan gejala klinis pada penderita pink eye akan menunjukan gejala seperti mata merah, kelopak mata bengkak dan lakrimasi yang meningkat. Pada kasus yang akut kornea mata keruh dan terjadinya pengapuran pada kornea mata Gejala klinis akan terlihat setelah masa incubasi 2 hari hingga 3 minggu. Awalnya di area cornea terlihat merah dan berair yang diikuti pembengkakan  pada area mata Sehingga mata berair dan fotofobia (Takut cahaya). terkadang diikuti gejala umum antara lain  demam, nafsu makan turun yang berpengaruh pada pertumbuhan. Kekeruhan cornea dimulai dari bagian tengah dan menyebar keluar setelah 2 hari terinfeksi dan 2 hari kemudian akan terjadi ulcus pada cornea sehingga seluruh cornea akan mengalami kekeruhan total pada hari keenam. Kerusakan cornea yang parah dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi disebabkan terkena benda-benda tajam, misalnya ujung kayu, debu, dan duri atau dapat juga karena parasit. Gejala penyakit ini antara lain (1) mata berair dan kemerahan; (2) selalu menghindar dari sinar matahari; (3) biasanya diikuti pembengkakan di sekitar mata. Pengendalian penyakit yang dapat dilakukan diantaranya adalah menghindari pemberian hijauan yang terdapat duri, pembersihan kandang, dan pemberian salep mata disarankan pada kambing yang menderita pink eye.

 

 Pencegahan/Pengobatan

Pengobatan sebaiknya dilakukan sedini mungkin, pemberian antibiotika yaitu tetrasiklin atau tylosin. Salep mata atau larutan yang mengandung antibiotika seperti chloramphenicol, oxytetracycline dan campuran penicilin-streptomycin dilaporkan dapat memberikan hasil yang baik. Untuk membantu proses penyembuhan sebaiknya ternak diistirahatkan ditempat yang teduh (tidak terkena sinar matahari), kandang harus bersih serta pemberian pakan dan minum yang cukup. Ternak yang sakit dikarantina sehingga jauh dari ternak lain yang sehat.                                                                             

 

Pengobatan   secara tradisional yaitu : Mata ternak dicuci dengan air hangat. Semprotkan dengan teh dan garam yang dilarutkan dalam air hangat. Dapat juga dilakukan dengan pemberian perasan belimbing pada mata yang sakit.

Pencegahan

Usaha pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui sumber infeksi dan cara penularannya sehingga dapat dilakukan usaha pencegahan antara lain :

1.    Memusnahkan hewan karier yaitu hewan yang dianggap sebagai sumber infeksi segera diisolasi dari kawanan ternak

2.    Hewan yang terinfeksi segera dikandangkan (isolasi) pada tempat yang gelap, guna untuk menghindari kontak dengan hewan yang sehat baik secara langsung atau tidak langsung seperti dinding kandang, air minum tempat pengembalaan dengan demikian dapat terhindar dari lalat yang merupakan vektor dari jasad renik tersebut.

3.    Sanitasi yaitu dengan menjaga kebersihan kandang serta lingkungan yang bersih serta terbebas dari genangan air.

4.    Mengurangi jumlah hewan di dalam kandang. Akibat terlalu padat hewan didalam kandang dapat menyebabkan kontaminasi sesama.

5.    Pemberian makanan yang cukup mengandung vitamin A atau padang pengembalaan yang baik sehingga dapat terhindar timbulnya infeksi.

 Catatan:

Penyakit Pink eye merupakan salah satu penyakit yang cepat menular kepada hewan yang lain.

Hewan yang menderita penyakit Pink eye dapat bersifat karier.

Pada kasus yang kronis kalau tidak diobati dapat terjadi kebutaan.

Pink eye dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak seperti penurunan berat badan, dan penurunan produksi. 

Tindakan pencegahan yaitu dengan cara menyingkirkan hewan karier serta menjaga kualitas makanan. 

Demikianlah catatan singkat tentang Penyakit Pink Eye yang menyerang ternak ternak ruminantia, semoga bermanfaat. Jazakallahu Khairan Katsira.... 

Daftar Pustaka

Anonimous. 2003. Conjunctivitis, Sepele Tapi Bisa Bikin Berabe https://www. berindo Aditama.co.nz/wa.asp=149.

 

Anonymous. 1998. The Merck Veterinary Manual. Eight Edition. Published by Merck and Co., Inc. USA. 

 

Anonymous. 2003. https://www.goatwisdom.com/eyes.html.

 

Anonymous. 2004.https://www.caprine.co.nz

 

Anonymous. 2005. https://members.aol.com/hollandfrm/goat_6.htm.

 

Blood, D. C., O. M. Radostits. And J. A. Henderson. 1983. Veterinary Medicine. 6th. Ed. Lea and Febiger; Philadelphia.